BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Mohammad Faisal
Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia
Benahi Governance DPR Untuk Hindari Konflik Kepentingan

Setiap kalangan yang masuk DPR pasti ada plus minusnya, apakah ia pebisnis, artis, bahkan akademisi sekalipun.  Yang penting adalah sistem kontrol di dalam DPR sendiri yang harus dibangun untuk meminimalisasi konflik kepentingan.

Untuk mereka yang berasal dari kalangan pebisnis,salah satu yang dikhawatirkan adanya benturan kepentingan dalam kebijakan, misalnya, dalam bentuk support UU yang dikeluarkan oleh DPR. Di sini mekanisme kontrolnya harus dilihat lagi dari sisi good governance dan integritasnya.

Saat ini yang bisa dilakukan adalah dengan membenahi governance untuk menghindari kesepakatan yang tidak objektif, tidak berpihak kepada kepentingan rakyat banyak. Namun peluang terjadinya benturan kepentingan yang menjadi kontroversi di masyarakat tetap ada pada setiap kalangan.

Dengan sistem demokrasi yang dianut Indonesia saat ini melalui pemilihan langsung tidak bisa dihindari terpilihnya orang-orang yang mempunyai kapital yang bisa membiayai kampanye sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk bisa maju sebagai wakil rakyat atau pimpinan daerah, walaupun ada orang-orang yang lebih kompeten untuk masuk jadi anggota DPR.

Di sisi lain, kita tidak bisa mengeneralisasi bahwa semua pebisnis yang masuk ke DPR mempunyai konflik kepentingan. Ini yang harus dibangun. Walaupun dia pebisnis, ketika sudah menjadi anggota DPR harus menjaga profesionalitas dan integritas. Karena itu diperlukan pemantauan juga.

Governance di DPR saat ini masih kurang baik. Masih ada kesepakatan (deal) di belakang yang rawan mempengaruhi kebijakan atau keberpihakan dalam satu kasus atau isu yang melibatkan DPR. Karena itu harus dibangun satu sistem pengawasan, penghargaan dan hukuman.

Di samping itu, peran KPK harus diperkuat. Jika peran KPK menjadi lemah, justru akan memperlemah pengawasan terhadap adanya benturan kepentingan. (msw)

SHARE ON
close
alternative title

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Pelantikan Presiden, Stasiun Palmerah – Tanah Abang Tak Layani Penumpang Rute Rangkasbitung             Prabowo-Sandi & Rombongan Akan Hadiri Pelantikan Jokowi             PDIP: Tiga Kepala Daerah di Jatim Masuk Bursa Menteri             Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)