BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
M. Rizal Taufikurahman, Dr.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
Beri Stimulus Sektor Lain, Tak Perlu Melulu Rupiah

Skema terburuk pertumbuhan ekonomi sebesar 2,4 persen sampai 0 persen. Seharusnya angka ini jangan dipublish karena akan mempengaruhi sentimen pasar, terutama sektor keuangan yang sensitif terhadap sentimen pasar.

Menkeu Sri Mulyani realisitis ketika menurunkan pertumbuhan ekonomi menjadi 3,6 persen dari 5 persen. Tapi penurunan ini harus diantisipasi. Spending public health disimulasi. Jika besaran fiskal untuk bidang kesehatan ditingkatkan dan diantisipasi juga dari aspek kebijakan kesehatan melalui lockdown maka akan efektif.

Jika melihat kurs dan pasar keuangan global dimana permintaan dolar sangat tinggi yang tidak bisa dibalancing, maka rupiah sulit untuk menguat. Dana Rp300 triliun yang telah dikeluarkakn BI sepanjang tahun ini tidak bisa mengangkat rupiah secara signifikan. Stimulus di sektor keuangan tidak efektif. Jadi wabahnya yang harus segera diselesaikan. Jika bisa diselesaikan maka cara pandang pelaku ekonomi akan berubah.

Dengan pelemahan rupiah maka BI harus melakukan operasi pasar. Sudah cukup BI menggelontorkan Rp300 triliun, tinggal diberikan stimulus kepada yang lain seperti akses permodalan bagi dunia usaha untuk menjaga daya tahan ekonomi.

Alokasi anggaran untuk menangani wabah virus Corona di Indonesia kecil dibandingkan dengan negara lain, maka efeknya juga tidak akan banyak. Fiskal Indonesia juga terbatas. Harus difokuskan pada public spending dan menjaga industri strategis akan tetap beroperasi, jangan disetop seperti sektor pangan dan kesehatan. Bahkan harus dikawal oleh TNI agar tetap berjalan.

Yang dikhawatirkan jika sampai virus Corona mewabah maka akan menghancurkan ekonomi. Yang paling efektif adalah mencegah, bagaimana wabah ini setop. Ahli kesehatan yang lebih tahu bagaimana mencegahnya. Perlu lockdown untuk daerah yang sudah zona merah. (msw)

SHARE ON
close
alternative title

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Eks Sekretaris MA Nurhadi Hadapi Putusan Praperadilan             Partai Gerindra Umumkan Riza Patria Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta             Jaksa Agung Sebut Tragedi Semanggi Bukan Pelanggaran HAM             Pemerintah Maju Mundur Tangani Covid-19             Cegah Dulu Covid-19 Tak Meluas             Beri Stimulus Sektor Lain, Tak Perlu Melulu Rupiah             Relaksasi Perpajakan Sebagai Pelampung             Antisipasi Stok Pangan dan Gejolak Harga