BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Nailul Huda
Peneliti INDEF
Stop Bakar Uang, Ciptakan Profit

Ekonomi digital memiliki prospek yang baik ke depan seperti disebutkan dalam riset Google, Temasek dan Bain & Company. Indef juga memperkirakan ekonomi digital masih akan berkembang minimal sampai 2025 karena pesat sekali pertumbuhannya.

Namun di sisi lain, pelaku ekonomi digital seperti Bukalapak sempat merumahkan karyawannya, karena ada ancaman krisis ekonomi di 2020 yang menyebabkan start up digital menghadapi kesulitan dalam mendapatkan modal.

Tidak hanya Bukalapak. Start up lain di dunia juga melakukan hal yang sama yakni merestrukturisasi biaya. Salah satu yang cukup kencang pemberitaannya adalah mengenai start up WeWork yang melaporkan kerugian ratusan miliar dolar AS. Hal ini yang menyebabkan investor semakin berhati-hati.

Ke depan yang akan terjadi pada start up adalah perubahan strategi bisnis dari semula bakar uang ke strategi bagaimana menciptakan keuntungan. Ini merupakan siklus bisnis dimana pada tahun lalu mencapai puncaknya, lalu akan turun lagi.

Yang harus dilakukan perusahaan start up adalah meminimalisasi dampak dari perubahan siklus tersebut dengan menciptakan strategi yang lebih sustain terhadap siklus bisnis, seperti perubahan strategi dari bakar uang ke penciptaan profit.

Pertumbuhan ekonomi digital pada tahun depan diperkirakan tidak akan setinggi tahun sebelumnya karena ada ancaman krisis ekonomi.  Krisis ekonomi memberikan dampak yang luas mulai dari penurunan konsumsi yang berimbas ke penurunan investasi. Investor menjadi bertanya-tanya mengenai prospek perusahaan start up ke depannya.

Menghadapi tantangan ke depan, pemerintah perlu menyelamatkan bisnis perusahaan ekonomi digital yang berhubungan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena kekuatan mereka dalam menghadapi krisis cukup besar. UMKM terbukti mampu bertahan menghadapi krisis ekonomi 1998.

Pemerintah harus bisa melindungi UMKM sehingga krisis ekonomi tidak akan memberikan dampak yang besar kepada mereka.  Keberadaan UMKM akan membantu kestabilan konsumsi nasional yang  jadi penopang perekonomian. Berbeda dengan investasi asing langsung (FDI) yang akan menjadi sektor yang paling terkena dampak  krisis global.

Pemerintah dapat membantu dan mendorong UMKM masuk ke pasar e-commerce yang banyak bermunculan. Di dalam ekonomi digital banyak sekali perusahaan e-commerce. Untuk itu pemerintah perlu mendorong UMKM masuk ke pasar e-commerce. Di sini banyak strategi yang harus dilaksanakan.

Selain itu, bagaimana produk UMKM Indonesia bisa bersaing dengan produk dari luar negeri dalam efisiensi harga karena faktor ini yang sangat menjual.  Konsumen di e-commerce sangat  rasional terhadap harga. Mereka hanya memilih produk yang menurut mereka terjangkau dan murah. (msw)

SHARE ON
close
alternative title

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Pelantikan Presiden, Stasiun Palmerah – Tanah Abang Tak Layani Penumpang Rute Rangkasbitung             Prabowo-Sandi & Rombongan Akan Hadiri Pelantikan Jokowi             PDIP: Tiga Kepala Daerah di Jatim Masuk Bursa Menteri             Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)