Dibintangi Gus Muaffiq, Film Buatan NU 'My Flag My Everything' Banjir Hujatan
berita

Sumber Foto : youtube.com - NU Channel

27 October 2020 14:30

Watyutink.com – Warganet dihebohkan dengan tayangan sebuah film pendek berjudul “My Flag My Everything.” Pasalnya film pendek yang diproduksi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu dinilai banyak menampilkan kontroversi. Bahkan film yang diunggah di akun youtube NU Channel itu disebut menampilkan narasi adu domba antar sesama muslim.

Film pendek berdurasi delapan menit itu ditayangkan mulai 22 Oktober 2020, bersamaan dengan peringatan Hari Santri. Film yang dibintangi oleh Gus Muwaffiq dan santri NUTalent ini sejatinya bercerita tentang merah putih melawan radikalisme. Namun beberapa adegan dalam film tersebut dinilai bermasalah.

Salah satunya terdapat pada menit ketiga, yakni saat digambarkan sekelompok pemuda dan pemudi Islam berkelahi dengan sesama pemuda dan pemudi Islam. Bedanya kelompok yang satu membawa bendera merah putih. Sedangkan kelompok yang lain terlihat menggunakan celana cingkrang dan perempuannya menggenakan cadar.

Warganet dalam komentarnya banyak yang menyayangkan adanya tayangan dua kelompok pemuda dan pemudi itu bentrok fisik. Terutama saat adegan dua orang pemudi Islam bertarung, padahal keduanya tampil dengan mengenakan busana muslimah. Kelompok yang memegang bendera merah putih terlihat mencopot secara paksa cadar atau niqab yang dikenakan lawannya.  

Adegan ini dianggap sebagai tindakan justifikasi bahwa cadar identik dengan radikalisme. Tak pelak tayangan ini mengundang kemarahan warganet. Kolom komentar pada akun NU Channel  dipenuhi hujatan. Pemilik akun @ZezexJufry menilai tayangan yang menyalahkan cadar adalah keliru. Pasalnya cadar dibahas dalam kitab Fathul Qarib. Seharusnya pemakaian cadar tidak diperlu dipermasalahkan, apalagi menganggapnya anti syariat.

Pemilik akun @GhaziMuttaqienAbdullah menilai adegan dua muslimah berduel sangat tidak layak. Selain tidak mengedukasi, adegan itu juga disebutnya paling jahlul murokab atau sangat bodoh. Pemilik akun meminta tidak ada upaya pembodohan dan penghasutan antara sesama muslim. Jangan sampai ada kesan tidak bisa disatukan antara menjadi orang Islam dan menjadi orang Indonesia.

Pemilik akun @LuxFive mengaku dirinya adalah warga NU. Namun ia menyatakan adegan dua muslimah bertarung sebaiknya dihilangkan. Selain mengesankan perpecahan, adegan tersebut adalah bentuk pelecehan lantaran ada upaya melucuti pakaian muslimah secara paksa. Padahal sesuai ajaran Islam, aurat wanita harus dihormati.  

Hingga Senin 26 Oktober 2020, tayangan tersebut mendapat dislike atau tidak disukai sebanyak 4,3 ribu kali. Sedangkan like atau suka sebanyak 3,3 ribu kali. Lantaran banyak mendapat komentar negatif, jumlah like dan dislike dalam akun tersebut dihilangkan.

Film seharusnya dibuat dengan tujuan damai dan tentram, bukan justru menimbulkan perpecahan!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON

search
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia