Habib Rizieq Dikabarkan Meninggal Tertabrak Unta di Arab Saudi, FPI Tegaskan Hoaks
berita

Sumber Foto: Dok. Mafindo via pikiran-rakyat.com

24 September 2020 14:15

Watyutink.com – Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif membantah kabar yang mengatakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) meninggal dunia di Arab Saudi. Hal ini menanggapi informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan HRS meninggal dunia akibat ditabrak unta. Slamet menegaskan kabar itu bohong atau hoaks dan disebarkan oleh orang dungu.

Saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis 24 September 2020, Slamet memastikan HRS dalam kondisi sehat wal afiat di Arab Saudi. HRS juga melakukan kegiatan dan aktivitas seperti biasa. Itulah sebabnya Slamet meminta masyarakat tidak mempercayain informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya itu. Kepada penyebar informasi tersebut, Slamet meminta agar bertobat dan memohon ampun kepada Allah SWT lantaran telah menyebarkan fitnah.

Sebelumnya melalui akun facebook, Yoga Howedes  mengunggah screnshoot atau tangkapan layar artikel New York Times. Dalam artikel tersebut disebutkan HRS tewas lantaran tertabrak unta saat acara balapan hewan khas Arab Saudi itu. Artikel tersebut mengatakan korban mabuk lantaran minum air seni unta dan mengalami masalah keuangan. Korban juga mengalami depresi berar karena Sebelum kejadian didatangan debt collector.

Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengaku tidak terima dengan fitnah tersebut. Itulah sebabnya FPI akan menerjunkan tim khusus guna memburu penyebar fitnah tersebut. Munarman menganggap penyebaran hoaks sebagai penghinaan terhadap pimpinan tertinggi FPI itu.

Saat memberikan keterangan, Kamis 24 September 2020, Munarman menambahkan tim khusus juga akan mencari orang yang pura-pura gila yang selama ini kerap menghina para ulama, khususnya di media sosial. Terlebih menurut Munarman, saat ini sedang ada tren orang berpura-pura gila dan menyerang ulama.

Mantan koordinator Kontras dan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) ini menduga upaya menfitnah dan menyerang ulama yang terjadi saat ini adalah aktivitas teroganisir. Munarman menegaskan FPI akan menghadapi dan menindak tegsa perbuatan yang mengancam keselamatan dan keberadaan ulama.

Bukan cuma ke HRS, serangan kepada semua ulama juga harus ditindak tapi sesuai hukum yang berlaku!

Tetaplah kritis membaca berita!

 

SHARE ON

search
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia