Hati-Hati, Diet Keto Picu Risiko Penyakit Kronis
berita

Ilustrasi/ Net

14 September 2021 19:50

Watyutink.com – Tujuh peneliti kedokteran dan nutrisi di institusi di AS dan Kanada yang meninjau 123 penelitian sebelumnya. Hasilnya, diet ketogenik atau lebih dikenal diet keto dilaporkan menyebabkan risiko kesehatan jangka panjang yang lebih besar. Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di Frontiers in Nutrition, diet keto bisa menjadi penyebab penyakit kronis.

“Dengan menganalisis literatur yang tersedia tentang keto, kami menemukan bahwa diet keto tidak aman untuk orang hamil, orang yang mungkin hamil, dan mereka yang memiliki penyakit ginjal,” tulis keterangan itu dikutip pada Selasa (14/9/2021).

Mereka menyimpulkan bahwa keto juga dapat menyebabkan komplikasi penyakit kronis jangka panjang, seperti kanker, penyakit jantung, dan penyakit Alzheimer bagi kebanyakan orang.

Sebagaimana dilansir Very Well Health, jenis diet ini biasanya sangat membatasi asupan karbohidrat tapi tinggi protein. Konsumsi makanan seperti ini dilakukan untuk mencapai ketosis, di mana tubuh akan membakar lemak yang tersisa.

“Dengan membatasi asupan karbohidrat, diet keto memaksa tubuh memecah lemak menjadi keton sebagai sumber energi alternatif,” katanya.

Keto memang telah populer untuk menurunkan berat badan berlebih. Meski begitu, ada sejumlah efek samping yang bisa ditimbulkan jika diet ini dilakukan jangka panjang.

Asisten Profesor Kedokteran di George Washington University School of Medicine, Neal Bernard dan penulis studi ini mengatakan, karbohidrat tidak buruk untuk dikonsumsi dan tetap bisa menurunkan berat tanpa menghentikan konsumsi makanan ini.

Sebaliknya, jenis makanan yang dikonsumsi saat melakukan diet keto berisiko kanker. Selain itu, peneliti menemukan, membatasi karbohidrat sebelum atau selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko cacat lahir dan diabetes gestasional.

Barnard menambahkan bahwa sebagian besar manusia rentan terhadap risiko yang terkait dengan diet keto yang sangat ketat.

"Jika Anda makan daging selama seminggu, kadar kolesterol Anda akan naik dan mungkin terkena serangan jantung," kata dia.

Terlepas dari diet keto secara ketat, Barnard menyarankan bahwa ada pendekatan diet yang lebih baik daripada keto.

"Karbohidrat tidak buruk. Biji-bijian dan kacang-kacangan dan buah-buahan dan sayuran harus menjadi makanan pokok kita," katanya, menambahkan bahwa pola makan nabati diprediksi dapat menurunkan kolesterol, tekanan darah, dan gula darah.

Diet sehat itu penting, tapi ingat kuncinya adalah sehat.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON

PILIHAN REDAKSI

2024: Orientasi Pergantian Semata, Celaka!

0 OPINI | 21 September 2021

Naik Turun Rezeki di Era Pandemi

0 OPINI | 16 September 2021

Majelis, Kembalikan Kedaulatan Rakyat!

0 OPINI | 14 September 2021

search
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia