IMF: Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2020 Minus 4,9 Persen, Indonesia Minus 0,3 Persen
berita

Sumber Foto : REUTERS

25 June 2020 13:15

Watyutink.com - Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi proyeksi angka pertumbuhan ekonomi dunia dari minus 1.9% (April) menjadi minus 4,9% di sepanjang tahun 2020. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan minus 0.3%.

Dalam rilis laporan IMF (24/06/2020), negara berkembang secara global diproyeksi minus 3,0%. Berdasarkan kawasan, untuk negara berkembang di Asia pertumbuhannya minus 8,0%. Ekonomi China masih akan tumbuh positif 1%, sedangkan India minus 4,5%, serta ASEAN-5 secara keseluruhan minus 2,0%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 0,3%, sedangkan Malaysia minus 3,8%, Filipina minus 3,6%, Thailand minus 7,7%.

Sementara itu pertumbuhan negara maju seperti Amerika Serikat (AS) minus 8,0%, Jerman minus 10,2%, Prancis minus 7,8%, Italia minus 12,5%, Spanyol minus 12,8%. Sementara pertumbuhan ekonomi Jepang minus 12,8%, Inggris minus 5,8%, Kanada minus 10,2%, dan negara maju lainnya minus 4,8%.

" Resesi akan lebih dalam pada tahun 2020 dan pemulihan akan lebih lambat pada tahun 2021," kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva.

Menurut Kristalina, IMF juga memproyeksikan angka kerugian akibat COVID-19 secara global, yaitu sekitar 12 triliun dolar AS hingga 2021. Adapun sekitar 10% dari total kerugian berasal dari kawasan Amerika Latin.

"Ini benar-benar krisis global, hampir 95% negara diproyeksikan menghadapi pertumbuhan pendapatan per kapita negatif pada 2020," katanya lagi.

Walaupun begitu, Kristalina menilai kebijakan moneter dan fiskal di seluruh negara dinilai semakin kuat dan efektif mencegah gelombang kerugian dan angka pengangguran. Secara global, kebijakan fiskal saat ini mencapai 10,7 triliun dolar AS dan kebijakan moneter mencapai lebih dari 6 triliun dolar AS.

Sementara itu seperti yang dikutip dari Kompas.com Kamis (18/06/2020) minggu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa kinerja perekonomian hingga akhir tahun diproyeksi akan tumbuh di kisaran minus 0,4% hingga 1%. Angka tersebut jauh lebih rendah dari proyeksi perekonomian skenario berat yang sebelumnya sempat dia sebutkan, di mana perekonomian masih bisa tumbuh 2,3% hingga akhir tahun.

Bulan depan akan ada revisi lagi tidak ya, makin mengkhawatirkan atau sebaliknya? 

Tetaplah kritis membaca berita!
 

SHARE ON

search
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia