Indonesia Tidak Hanya Jokowi dan Prabowo, Politisi Demokrat: Ada Anies, Ganjar, Emil, dan AHY
berita

Sumber Foto : istimewa

21 June 2021 10:40

Watyutink.com - Politisi Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menilai wacana memperpanjang masa jabatan presiden menjadi tiga periode telah menghina rakyat Indonesia. Wacana yang dilontarkan Komunitas Jokowi-Prabowo (JokPro) 2024 itu seolah mengatakan pasangan calon presiden dan wakil presiden hanya sebatas Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. 

Saat memberikan keterangan tertulis, Sabtu 19 Juni 2021, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat ini menuturkan kelompok tersebut seolah mengatakan tanpa Jokowi dan Prabowo Indonesia tidak akan bisa maju. Padahal kenyataan yang terjadi kehadiran kedua figur itu justru telah membelah rakyat Indonesia dalam dua kubu yang cenderung berseberangan. 

Herzaky menilai polarisasi yang terjadi justru meninggalkan luka mendalam di hati rakyat Indonesia. Anggapan nasib Indonesia hanya bergantung pada Jokowi dan Prabowo telah menyakiti perasaan mayoritas masyarakat Indonesia. 

Herzaky menegaskan masih banyak calon pemimpin terbaik yang dimiliki bangsa ini. Ia menyebut sejumlah kepala daerah, seperti  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Emil, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Herzaky juga menyebut nama beberapa pimpinan partai politik (Parpol) seperti Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PDIP Puan Maharani, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Survei yang dilakukan berbagai lembaga menyebut sebagaian besar rakyat Indonesia meninginkan tampilnya figur baru yang lebih muda dan segar guna memimpin negara berpenduduk 270 juta ini. Itulah sebabnya wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode mendapat penolakan sejumlah pihak. 

Dalam beberapa kesempatan, Jokowi telah menolak wacana itu. Herzaky yakin Jokowi ingin dikenang sebagai pemimpin yang demokratis, seperti yang dialami mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jokowi juga tidak ingin Indonesia kembali ke era Orde Baru (Orba) saat presiden bisa berkuasa tanpa ada batasan periode.

Itulah sebabnya Herzaky yakin penolakan Jokowi terhadao wacara presiden tiga periode sungguh-sungguh dan bukan sekadar lip service belaka. 

Herzaky pun menyarankan Komunitas Jokpro 2024 mengubah arah gerakannya. Salah satunya dengan membentuk kelompok relawan melawan pandemi Covid-19. Selain itu Komunitas JokPro 2024 diharapkan lebih aktif membantu rakyat yang sedang susah karena krisis kesehatan dan krisis ekonomi saat ini. 

Tindakan itu menurut Herzaky bisa sekaligus membantu pekerjaan Presiden Jokowi. Jangan justru menghina rakyat Indonesia dengan wacana Jokowi tiga periode apalagi dengan lelucon Jokowi-Prabowo yang menurut Herzaky tidak lucu. 

Mungkin ada maksud lain dibalik wacana presiden tiga periode.

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON

search
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia