Jokowi Kini Punya Staf Khusus Bidang Medsos dan Framing
berita

08 October 2019 15:05

Watyutink.com – Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menambah empat anggota staf khusus Kepresidenan. Pram, panggilan Pramono Anung, mengatakan penambahan dilakukan lantaran istana melihat tugas Presiden Jokowi yang semakin berat dan memerlukan orang yang khusus menangani beberapa bidang.

Saat berbicara di Istana Negara, Selasa (15/5/2019) Pram menyebut dengan penambahan tersebut, kini Jokowi memiliki 10 orang staf khusus. Keempat orang staf khusus yang bari adalah mantan Adita Irawati, mantan Vice President Corporate Communications Telkomsel.

Adita bakal bertugas membenahi komunikasi kementerian dan lembaga. Adita dipilih lantaran pemerintah memerlukan staf yang khusus yang berpengalaman menangani urusan kehumasan terutama dalam menghadapi perkembangan media sosial dan memahami urusan framing.

Berikutnya, Jokowi juga mengangkat Ahmad Erani Yustika, mantan Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, sebagai staf khusus bidang ekonomi, terutama pereknomian desa. Erani dinilai berpengalaman dalam bidang ekonomi pedesaan.

Anggota lainnya ialah Abdul Ghofar Rozin, sebagai stafsus bidang keagamaan domestik di Pondok Pesantren. Rozin adalah putra mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonsia (MUI) almarhum KH Sahal Mahfudz. Staf khusus berikutnya adalah Siti Ruhaini Dzuhayatin, Komisioner HAM Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Siti Ruhaini Dzuhayatin.

Pram memastikan anggota staf khusus yang baru diangkat berlatar belakang profesional. Mereka juga telah mengundurkan diri dari posisi sebelumnya, sehingga bisa langsung bekerja dan tidak memerlukan  pelantikan. Pasalnya Keputusan Presiden (Keppres) sudah berlaku sejak ditandatangani Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi sudah memiliki enam staf khusus. Mereka ialah Gories Mere di bidang intelijen dan keamanan, Diaz Hendropriyono di bidang sosial, serta tiga orang staf khusus bidang komunikasi, yakni Johan Budi, Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit, dan Lenis Kagoya. Sedangkan, Teten Masduki bertindak sebagai Koordinator Staf Khusus Presiden.

Emang para menterinya nggak bisa membantu ya, sampai butuh staf khusus?

Tetaplah kritis membaca berita!

(cp)

SHARE ON

search
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Jelang Pengumuman Kabinet, Mahfud MD Datangi Istana             Pelantikan Presiden, Stasiun Palmerah – Tanah Abang Tak Layani Penumpang Rute Rangkasbitung             Prabowo-Sandi & Rombongan Akan Hadiri Pelantikan Jokowi             Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)