Karhutla Kawah Putih Capai 20 Hektare, BPBD Kerahkan Helikopter Untuk Bom Air
berita

foto : tribun.news

09 October 2019 16:38

Watyutink.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kawah Putih Kabupaten Bandung capai 20 Hektare, satu unit helikopter yang membawa air akan dikerahkan untuk memadamkan (09/10/2019).

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu menyatakan bahwa helikopter tersebut merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Berdasarkan informasi, helikopter pembawa air rencananya akan mendarat di Bandung sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat ini, kondisi kebakaran di objek wisata Kawah Putih masih dalam tahap pendinginan oleh tim gabungan.

Sementara itu, Kepala Plh BPBD Kabupaten Bandung, Achmad Djohar, berharap operasi helikopter untuk menangani kebakaran di Kawah Putih itu bisa dimulai besok.

Selain itu Karhutla juga masih terjadi di wilayah lain Kabupaten Bandung seperti di wilayah Gunung Malabar yang masih terbakar sejak Jumat (04/10/2019). Rencananya semua lahan terbakar akan dibom air.

Mengapa karhutla dilaporkan mayoritas penyebabnya adalah hal sepele, puntung rokok misalnya?

Tetaplah kritis membaca berita ! (oct)

SHARE ON

search
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Pelantikan Presiden, Stasiun Palmerah – Tanah Abang Tak Layani Penumpang Rute Rangkasbitung             Prabowo-Sandi & Rombongan Akan Hadiri Pelantikan Jokowi             PDIP: Tiga Kepala Daerah di Jatim Masuk Bursa Menteri             Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)