Lobi Arab Saudi, Kemenag Berharap Jamaah Umroh Indonesia Bisa Berangkat November 2020
berita

Sumber Foto : mediaindonesia.com/ Ade Alawi

24 September 2020 14:00

Watyutink.com – Direktur Jenderal Penyelanggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Nizar mengatakan pihaknya bakal melobi pemerintah Arab Saudi agar mengizinkan jamaah asal Indonesia diperbolehkan melaksanakan ibadah umroh. Nizar menyebut upaya diplomatik yang akan ditempuh diharapkan berhasil mewujudkan harapan umat Islam Indonesia untuk kembali mengunjungi Masjidil Haram di Kota Makkah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah.

Saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Komplek Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 23 September 2020, Nizar menjelaskan pihaknya telah menerima informasi terkait rencana pemerintah Arab Saudi kembali membuka Masjidil Haram untuk ibadah umroh pada 1 November 2020. Namun menurut Nizar, bisa atau tidaknya jamaah umroh Indonesia berangkat tergantung kondisi pandemi virus corona atau Covid-19.

Nantinya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi akan merilis negara mana saja yang diperbolehkan mengirim jamaah umroh. Jika Indonesia masuk dalam daftar, Nizar menegaskan pihaknya akan memprioritaskan jamaah umroh yang gagal berangkat akibat pandemi Covid-19. Menurutnya, setisaknya terdapar 34.000 jamaah yang gagal berangkat lantaran adanya moraturium karena Covid-19.

Nizar menuturkan hingga saat ini Kemenag masih menutup pendaftaran jamaah umroh. Kemenag baru akan membuka kembali jika 34.000 jamaah yang tertunda sudah semuanya berhasil melaksanakan ibadah umroh. Nizar menambahkan perwakilan Indonesia di Arab Saudi akan terus melakukan komunikasi dengan pemerintah kerajaan pimpinan Raja Salman itu. Kemenag berharap Indonesia masuk dalam daftar negara yang diizinkan memberangkatkan jamaah umroh.

Sebelumnya Konsul Haji Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah Endang Jumali menginformasikan pemerintah Arab Saudi akan kembali membuka pelaksanaan ibadah umroh dalam tiga tahap. Endang menjelaskan tahap pertama akan dimulai pada 4 Oktober 2020 dan tahap kedua pada 18 Oktober 2020. Namun kedua tahap tersebut menurut Endang hanya dibuka untuk warga negara Arab Saudi dan para mukimin atau warga negara asing yang tinggal di Arab Saudi. Selain itu pada tahap pertama dan kedua, hanya dibuka untuk 30 persen dan 75 persen dari kapasitas Masjidil Haram.

Sedangkan warga negara luar Arab Saudi baru bisa melaksanakan ibadah umroh pada 1 November 2020. Pada tahap ketiga ini Masjidil Haram akan dibuka 100 persen tapi tetap dengan aturan protokol kesehatan. Berdasarkan aturan tersebut masjid paling suci bagi umat Islam itu akan mampu menampung 20.000 jamaah umroh dan 60.000 jamaah sholat per hari.

Selesaikan dulu pandemi Covid-19, baru bisa berangkat umroh!

Tetaplah kritis membaca berita!

 

SHARE ON

search
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia