Masa Jabatan Presiden Lebih dari 2 Periode, Pengamat: Hanya Imajinasi Politik
berita

Sumber Foto : merdeka.com

21 June 2021 13:48

Watyutink.com – Pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Bivitri Susanti menyatakan bahwa wacana penambahan masa jabatan presiden lebih dari dua periode hanya imajinasi politik.

"Apakah kita ingin kembali mengubah lagi ke yang dulu? saya kira tidak, jangan-jangan 3 periode saat ini imajinasi politik dari orang-orang yang entah apa maksud dan tujuannya," kata Bivitri, Minggu (20/6/2021).

Menurut dia, hasil survei SMRC 74 persen responden tidak membayangkan masa periode presiden ditambah lebih dari dua periode sudah tepat. Karenanya, Bivitri menelisik dari mana hal tersebut muncul. "Jadi dari mana tiga periode ini?," kata dia.

Sebagai informasi berdasarkan hasil survei SMRC diketahui 74 persen publik ingin presiden tetap dua periode. Namun demikian saat disodorkan nama Jokowi, pendukung antirevisi masa jabatan presiden dua periode terlihat goyah.

Senada, Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando juga menyatakan hal yang sa,a/

"Cukup banyak yang goyah, sehingga tidak lagi 74 persen yang menolak dua periode presiden ketika Jokowi kembali jadi calon. Tapi jadi 52,9 persen yang menolak presiden lebih dari dua periode, jadi ada efek Jokowi terhadap publik," kata Ade.

Survei SMRC ini dilakukan pada 21-28 Mei 2021 kepada responden berusia di usia 17 tahun ke atas. Margin of error rata-rata dari survei ini sebesar 3,05 persen pada tingkat kepercayaan sebanyak 95 persen.

Responden terpilih diwawancara lewat tatap muka, dengan quality control terhadap hasil wawancara dilakukan acak sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisi dengan mendatangi responden terpilih tersebut dan tidak ditemukan kesalahan.

Lucu sih memang, kadang-kadang rakyat suka membahas hal yang tidak-tidak. Namanya politik, daun bergoyang aja bisa diembuskan jadi topik.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON

search
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia