Mayoritas Rakyat Indonesia Tolak Jokowi jadi Presiden 3 Periode
berita

Sumberfoto: tempo.co

21 June 2021 14:30

Watyutink.com –  Mayoritas rakyat Indonesia ternyata tidak sejutu dengan wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Masyarakat juga menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mencalonkan kembali pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Hal tersebut terlihat dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada Minggu 20 Juni 2021.

Saat memberikan pemaparan secara virtual, Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando mengatakan sebanyak 52,9 persen responden menyatakan tidak setuju Jokowi menjadi Presiden RI untuk ketiga kalinya. Responden tersebut beralasan masa jabatan presiden sesuai Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 hanya dua periode, masing-msaing selama lima tahun.

Ade menyebut hanya 13 persen yang menyatakan aturan terkait masa jabatan presiden bisa diubah. Sehingga masa jabatan presiden bisa diubah dari dua kali menjadi tiga periode. Sedangkan 74 persen bersikukuh agar masa jabatan presiden hanya dua periode seperti tertuang dalam UUD 1925.

Hasil survei juga menunjukkan 84,3 persen responden tidak setuju jika Presiden RI dipilih oleh MPR. Ade menyebut masyoritas responden menyatakan lebih setuju kepala negara dipilih secara langsung oleh rakyat. Hanya 8,4 persen responden yang setuju presiden tidak dipilih secara langsung, tapi dipilih oleh MPR.

Ade menjelaskan survei yang digelar pada 21 hingga 28 Mei 2021 dengan melibatkan 1.220 responden. Survei dilakukan dengan metode wawancara atau tatapm muka oleh pewawancara yang terlatih. Sebanyak 1.072 atau 88 persen responden bisa dilakukan wawancara secara valid atau response rate. Ade menyebut margin of error rata-rata dari survei tersebut sebesar 3,05 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei SMRC tersebut berbeda dengan pernyataan yang dikemukaan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari. Saat menggelar acara peresmian Kantor Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi-Prabowo (JokPro) 2024, di kawasan Tegal Parang, Jakarta Selatan, Sabtu 19 Juni 2021, Qodari menyatakan wacana Jokowi jadi presiden tiga periode bukan berasal dari pihaknya. Qodari menegaskan usulan tersebut berasal dari rakyat Indonesia.

Atas dasar permintaan rakyat itulah menurut Qodari, dirinya bersama beberapa temannya, seperti eks politisi PAN, Baron Danardono Wibowo dan Timothy Ivan Triyono menginisiasi berdirinya Komunitas JokPro 2024. Komunitas ini mendorong Jokowi kembali maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024. JokPro mengusulkan, pada 2024, Jokowi berpasangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Dua-duanya mengaku bawa suara rakyat, emang yang dibawa suaranya rakyat yang mana pak?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON

search
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia