Mimbar Masjid Raya Makassar Dibakar, Mahfud MD: Polisi Jangan Langsung Bilang Pelaku Gila
berita

Kondisi Mimbar Masjid Raya Makassar. Sumber Foto : tribunnews.com

26 September 2021 13:45

Watyutink.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta pelaku pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar, Sulawesi Selatan (Sumsel) tidak langsung ditetapkan sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau gila. Mahfud meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan penyidikan secara cermat. 

Saat memberikan pernyataan yang ditayangkan di kanal YouTube Kemenko Polhukam, Sabtu 25 September 2021, Mahfud mengaku tidak ingin kejadian tersebut berakhir seperti kasus-kasus kekerasan lain yang menimpa ustad, masjid, atau lembaga keagamaan lainnya. Mahfud juga meminta pemeriksaan ini harus tuntas dan terbuka. 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini  berharap pelaku pembakaran mimbar masjid di Makassar itu diproses hukum. Pemerintah menurut Mahfud tidak sepakat jika pelaku yang sudah tertangkap langsung dinyatakan gila sehingga terhindar dari proses hukum. Mahfud menegaskan hanya pengadilan yang berhak menyatakan status kejiwaan seorang pelaku tindak pidana.

Sebelumnya, pada Sabtu 25 September 2021 dini hari seorang pria membakar mimbar Masjid Raya Makassar, Sulawesi Selatan. Petugas dari Polrestabes Makassar langsung melakukan investigasi ke tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

Tak lama berselang, polisi berhasil menangkap pelaki berinisial K. Penangkapan dilakukan di Jalan Tinumbu, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulsel. Kapolrestabes Makassar Kombes Urip Witnu Laksana dalam keterangannya, Sabtu 25 September 2021 mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan guna mengetahui motif pelaku membakar mimbar Masjid Raya Makassar. 

Witnu mengatakan pelaku adalah penganguran dan tinggal tak jauh dari Masjid Raya Makassar. Witnu meminta masyarakat menyikapi peristiwa ini dengan bijak. Witnu juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita hoaks yang banyak berkembang, khususnya di media sosial (medsos).

Biar masyarakat tenang polisi jangan buru-buru bilang pelaku gila, ingat permintaan pak Mahfud! 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON

PILIHAN REDAKSI

2024: Orientasi Pergantian Semata, Celaka!

0 OPINI | 21 September 2021

Naik Turun Rezeki di Era Pandemi

0 OPINI | 16 September 2021

Majelis, Kembalikan Kedaulatan Rakyat!

0 OPINI | 14 September 2021

search
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia