PBNU Putusan Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama Digelar 23-25 Desember 2021
berita

Sumber Foto : Net

26 September 2021 11:35

Watyutink.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan bakal menyelenggarakan Muktamar Ke-34 NU pada 23-25 Desember 2021. Keputusan ini disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam sidang pleno Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU, Sabtu 25 September 2021 malam.

Kyai Said mengatakan pihaknya sudah bertemu dan bermusyawarah dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmi Faishal Zaini. Said menuturkan ingin mendapat masukan dari berbagai pihak guna pelaksanaan Muktamar tahun ini. 

Kyai Said menyatakan hal itu demi menjaga martabat NU serta menjaga pelaksanaan munas dan konbes bisa berjalan dengan baik, tenang, damai, dan teduh. 

Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesian (KAI) ini menambahkan nantinya Muktamar NU bakal dilaksanakan dengan beberapa persyaratan, salah satunya adalah wajib menjalankan protokol kesehatan (prokes). Selain itu pelaksanaan Muktamar NU harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 baik di tingkat nasional maupun daerah. 

Sebelumnya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar memphon maaf kepada semua warga Nahdliyin, terutama pengurus NU di semua tingkatan. Saat menyampaikan Khutbah Iftitahnya, Kyai Miftachul mohon maaf karena agenda organisasi terlambat akibat pandemi Covid-19. 

Padahal sesuai keputusan Konbes 2020, Muktamar Ke-34 NU seharusnya dilaksanaman pada Oktober 2021.  Pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Jawa Timur ini  menyampaikan Munas Alim Ulama dan Konbes NU yang saat ini dilaksanakan bagian dari upaya untuk membuat kepastian soal pelaksanaan Muktamar Ke-34 NU. 

Selain itu Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2021 juga sebagai media bagi seluruh pengurus wilayah NU menyampaikan aspirasi dari pengurus di wilayah masing-masing. Lebih jauh Kyai Miftachul menjelaskan sudah hampir setahun amanan Muktamar Ke-33 terlewatkan, baik masa khidmat maupun program. Jika ada yang tuntas, Kyai Miftachul menyebut hal itu karena keterbatasan atau keteledoran pengurus. 

Munas dan Konbes NU 2021 adalah forum tertinggi kedua setelah Muktamar. Dalam kegiatan tersebut akan dibahan berbagai rekomendasi penyelesaian berbagai persoalan kepada pemerintah. 

Bidang-bidang yang menjadi pembahasan antara lain adalah tentang kesehatan, polhukam (politik, hukum, dan keamanan), pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat (kesra). Pembahasan tersebut akan menghasilkan sejumlah butir rekomendasi dari setiap bidang dan ditujukan kepada pemerintah.   

Semoga menghasilkan pimpinan yang mencerahkan, bukan sebaliknya! 

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON

PILIHAN REDAKSI

2024: Orientasi Pergantian Semata, Celaka!

0 OPINI | 21 September 2021

Naik Turun Rezeki di Era Pandemi

0 OPINI | 16 September 2021

Majelis, Kembalikan Kedaulatan Rakyat!

0 OPINI | 14 September 2021

search
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia