PDIP Klaim Keberhasilan Indonesia Juara Piala Thomas karena Energi Positif Jokowi
berita

Upacara kemenangan Indonesia tanpa bendera Merah Putih. Sumber Foto : Twitter

18 October 2021 10:30

Watyutink.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan  keberhasilan Tim Nasional (Timnas) bulutangkis Indonesia menjadi juara Piala Thomas 2020 (Thomas 2021) adalah efek dari energi positif yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasto menilai perhatian yang diberikan pemerintah selama ini.

Saat memberikan keterangan, Senin 18 Oktober 2021, Hasto mengatakan selama ini Jokowi telah memberikan perhatian besar terhadap perkembangan olahraga di tanah air. Terbukti dengan diselenggarakannya kegiatan olahraga, baik berskala nasional maupun internasional, seperti Asian Games pada 2018 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang baru saja usai.

Atlet Indonesia juga mencatatkan prestasi pada Olimpiade dan Paralimpiade di Tokyo, Juli-Agustus 2021 lalu. Terakhir keberhasilan Indonesia merebut Piala Thomas sebagai lambang supremasi cabang olahraga bulutangkis beregu putra. Hasto menyebut semuanya lantaran Jokowi menaruh perhatian besar dan memberi energi positif berupa rasa percaya diri sebagai bangsa besar.

Dalam pernyataannya, Hasto memberikan ucapan selamat dan apresiasi  kepada para atlet dan ofisial bulutangkis Indonesia atas keberhasil merebut gelar juara Thomas Cup. Gelar ini menjadi spesial lantaran pecinta bulutangkis tanah air sudah menanti selama 19 tahun. Indonesia terakhir mengangkat trophy Thomas Cup pada 2002.

Hasto juga memuji kekompakan dan semangat para atlet serta ofisial yang berlaga di kejuaraan Thomas dan Uber Cup.  Menurutnya tidak mudah menaklukkan China yang saat ini menjadi salah satu kekuatan besar di cabang bulutangkis. Tim bulutangkis Indonesia menurut Hasto berhasil menunjukkan kerja kolektif dan tampil sebagai satu kesatuan kekuatan gotong royong dan mampu menghadirkan energi perlawanan dengan mentalitet juara.

Hasto menegaskan seluruh atlet bulutangkis dan tim pelatih telah menjadi pelopor dan ikon pencapaian prestasi bulutangkis Indonesia.

Seperti diketahui, Timnas Bulutangkis Indonesia berhasil tampil sebagai juara pada ajang Thomas Cup 2021. Sejatinya kejuaraan ini diselenggarakan pada 2020. Namun karena pandemi Covid-19, pelaksanaannya mundur pada 2021.

Timnas Indonesia beranggotakan  Anthony Sinisuka Ginting, Jonathan Christie dan Shehar Hiren Rhustavito di sektor tunggal. Sedangkan di sektor ganda diperkuat pasangan Fajar Alfian/M Rian Ardianto dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Daniel Marthin.

Pada partai final di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu 17 Oktober 2021, Timnas Indonesia berhasil melibas China dengan skor 3-0.

Namun keberhasilan Indonesia menjadi juara diwarnai insiden gagalnya bendera Merah Putih berkibar. Hal ini akibat sanksi yang diberikan Badan Anti Doping Dunia atau (World Anti-Doping Agency (WADA). Indonesia dianggap lalai dan tidak mengirimkan sampel uji doping selama masa pandemi 2020 dan 2021 sampainl tenggat waktu yang ditentukan.

Akibatnya saat penyerahan piala dan medali bendera Merah Putih tidak berkibar meski lagu Indonesia Raya tetap berkumandang.  Official timnas Indonesia terpaksa mengibarkan bendera Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sebagai ganti bendera Merah Putih.

Kegagalan Merah Putih berkibar hasil dari energi siapa pak?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON

PILIHAN REDAKSI

Obat Mabuk Teknologi

0 OPINI | 22 November 2021

Ikrar Metana Global

0 OPINI | 20 November 2021

search
close

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia