Persilakan Refund Setoran Lunas Biaya Haji, Kemenag Pastikan Jamaah Berangkat Tahun Depan
berita

Sumber Foto : Humas Kemenag RI

03 June 2020 16:15

Watyutink.com – Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Muhajirin Yanis mempersilakan jamaah haji reguler yang ingin melakukan refund atau meminta pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1441 H/2020 M. Hal ini menyusul keputusan pemerintah membatalkan keberangkatan jamaah haji Indonesia 1441 H/2020 M. Pembatalan tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi pada Selasa (2/6/2020) dengan pertimbangan masih adanya penularan virus corona, baik di Indonesia maupun Arab Saudi.

Saat memberikan keterangan resmi pada Rabu (3/6/2020) Muhajirin menjelaskan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama mencatat terdapat 198.765 jemaah haji reguler yang telah melunasi Bipih 1441 H/2020 M. Bagi jamaah haji yang ingin refund, Muhajirin meminta segera mengurusnya, dengan mengikuti aturan yang telah ditentukan. Muhajirin memastikan jamaah tetap bisa berangkat pada 2021 meski melakukan refund atau meminta pengembalian dan Bipih.

Muhajirin menjelaskan, aturan atau tata cara refund dana Bipih adalah, jamaah harus mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota tempat mendaftar haji. Pengajuan surat permohonan disertai dengan dokumen-dokumen, yakni Bukti asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan oleh Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih.

Selain itu juga fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jemaah haji dan memperlihatkan aslinya, fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya serta nomor telepon yang bisa dihubungi.

Surat permohonan dan dokumen akan diverifikasi dan divalidasi oleh Kepala Seksi yang membidangi urusan Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kantor Kemenag Kabupaten/Kota. Jika sudah lengkap dan sah, Kasi Haji akan melakukan input data pembatalan setoran pelunasan Bipih pada aplikasi Siskohat. Selanjutnya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota mengajukan permohonan pembatalan setoran pelunasan Bipih secara tertulis dan dikirimkan secara elektronik kepada Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri dengan tembusan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi.

Kemudian, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri menerima surat pengajuan permohonan pembatalan setoran pelunasan Bipih dan melakukan konfirmasi pembatalan setoran pelunasan jemaah haji pada aplikasi Siskohat. Lalu, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri atas nama Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Tahapan selanjutnya adalah transfer dana.  Nantinya BPS Bipih akan mentransfer dana pengembalian setoran lunas Bipih ke rekening jamaah. Hal ini dilakukan setelah menerima Surat Perintah Membayar (SPM) dari BPKH. Muhajirin memperkirakan tahapan proses tersebut akan memakan waktu sembilan hari hingga jamaah menerima kembali dananya.

Jamaah inginnya berangkat ke tanah suci bukan minta uangnya kembali.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON

search
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia