Sebut Banjir Akibat Tambang dan Kelapa Sawit, Walhi Desak Jokowi Datang ke Kalsel
berita

16 January 2021 15:45

Watyutink.com - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Selatan (Kalsel) Kisworo Dwi Cahyono, mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat langsung kondisi Kalimantan Selatan. Bukan hanya untuk mengunjungi korbam banjir tapi juga melihat secara langsung kerusakan alam di Kalsel. 

Saat memberikan keterangan, Jumat 15 Januari 2021 Kisworo menegaskan bencana banjir yang melanda Kalsel beberapa hari terakhir bukan akibat cuaca ekstrem. Kisworo menyebut banjir terjadi karena kerusakan alam sebagai dampak pemberian izin perusahaan tambang dan perkebunan kelapa sawit. Tindakan serampangan perusahaan tersebut menyebabkan ekologi di tanah Borneo rusak. 
 
Kisworo menambahkan, Kalimantan Selatan adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Itulah sebabnya iangan hanya sumber daya alamnya saja ayng dikuras. Walhi meminta Jokowi juga memperhatikan kondisi darurat di Kalsel yang ditimpa banyak kondisi darurat. Selain kerusakan ekologi, menurut Kisworo di Kalsel juga terjadi konflik agraria yang luar biasa. Kisworo menyatakan, Kalsel bukan bagian dari Negara Kesatuan Republik Investor. 

Berdasarkan catatan WALHI, di tahun 2020 sudah terdapat 814 lubang tambang milik 157 perusahaan batu bara yang masih aktif. Beberapa diantaranya ditinggalkan begitu saja tanpa reklamasi. Hal itu dipastikan merusak lingkungan. Ditambah dengan perkebunan kelala sawit yang mengurangi daya serap tanah. Kondisi kerusakan lingkungan dan ekologi di Kalsel pun semakin parah. 

Kisworo menuturkan dari total 3,7 hektar wilayah di Kalsel, hampir 50 persennya sudah diberikan izin kepada perusahaan pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.  Hal ini menunjukkan daya tampung  dan daya dukung lingkungan di Kalsel dalam kondisi darurat ruang dan darurat bencana ekologis. Wahli menegaskan sudah kerap mengingatkan pemerintah terkait hal itu.

Seperti diketahui sejal beberapa hari lalu, wilayah di Kalimantan Selatan dilanda bencana banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat hingga Kamis 14 Januari 2021 sebanyak 67.842 jiwa yang terdampak dari total 57 peristiwa banjir sejak awal 2021. Sekitar 19.452 rumah warga mengalami kerusakan akibat banjir. 

Jumlah terbanyak berada di Kabupaten Tanah Laut sebanyak 34.431 jiwa. Disusul Kabupaten Banjar sebanyak 25.601 jiwa. Sisanya berasal Kota Banjarbaru, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Tapin, dan sekitarnya.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor melalui Surat Pernyataan Nomor 360/038/Bpbd/2021 tertanggal 14 Januari 2021 telah mengumumkan wilayahnya kini berstatus tanggap darurat bencana banjir. 

Kira-kira Pak Jokowi bakal ke Kalsel apa tidak ya? 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON

PILIHAN REDAKSI

Berebut Tafsir Banjir Jakarta

0 OPINI | 22 February 2021

Buzzer Indonesia, Bersatu!

0 OPINI | 19 February 2021

Memang Kita Dibuat Susah Bersatu!

0 OPINI | 16 February 2021

search
close

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia