Tak Berwenang Batalkan Cuti Bersama, Anies Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan Selama Libur Panjang
berita

Sumber Foto : medcom.id

27 October 2020 15:57

Watyutink.com – Akhir pekan ini masyarakat akan menikmati libur panjang. Pasalnya pemerintah memutuskan pekan terakhir bulan Oktober 2020 sebagai cuti bersama. Rabu 28 dan dan Jumat 30 Oktober 2020 ditetapkan sebagai cuti bersama. Sedankan Kamis 29 Oktober 2020 adalah tanggal merah peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Jika disambung dengan Sabtu dan Minggu 31 Oktober dan 1 November 2020 artinya masyarakat akan menikmati lima hari libur.

Warga Jakarta dipastikan bakal memanfaatkan libur panjang ini untuk berbagai kegiatan keluarga, termasuk mudik ke kampung halaman. Itulah sebabnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpesan agar warga tetap dan selalu mematuhi protokol kesehatan.  Dalam unggahan di akun istagramnya, Selasa 27 Oktober 2020, Anies mengatakan libur panjang memang selalu menggoda, tapi saat ini Covid-19 masih ada dan selalu mengancam.

Anies meminta agar upaya seluruh warga memerangi pendemi virus corona atau Covid-19 yang selama ini sudah dilakukan tidak disia-siakan.  Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini memprediksi pada hari ke 10 hingga 14 pasca libur panjang akan terjadi lonjakan kasus Covid-19. Prediksi ini berdasarkan pengalaman lonjakan kasus positif Corona pada libur pajang Agustus 2020 lalu.

Anies mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan meski tengah berlibur bersama keluarga di rumah, seperti selalu mengenakan masker dan menjaga jarak. Saat menggelar pertemuan dengan para kepala sekolah di Mapolda Metro Jaya, Senin 26 Oktober 2020, mantan Rektor Universitas Paramadina Jakarta ini juga menganjurkan warga tetap di Jakarta dan tidak bepergian ke luar kota.

Anies mengaku pihaknya sempat meminta pemerintah pusat mengevaluasi keputusan cuti bersama. Hal ini demi menghindari lonjakan kasus Covid-19 pasca libur panjang. Namun, pemerintah pusat memutuskan tetap memberlakukan cuti bersama. Pemprov DKI pun tidak bisa berbuat apa-apa lantaran tidak berwenang mencabutnya. Anies menyatakan pihaknya membuat kebijakan antisipasi dengan mamastikan ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU di 98 rumah sakit rujukan.

Semoga tidak ada lonjakan kasus Covid-19!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON

search
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia