Terancam Hukuman 15 Tahun, Pembakar Mimbar Masjid Punya Riwayat Gangguan Jiwa
berita

Pelaku pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar. Sumber Foto : cnnindonesia.com/Ilham

27 September 2021 08:00

Watyutnk.com - Direktur Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar, Dr Arman Bausat mengatakan pelaku  pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar memiliki riwayat gangguan jiwa. Pelaku bernama Kabba (22 tahun) itu juga pernah menjadi pasien rawat inap di RSKD Dadi Makassar pada Februari 2021.

Saat memberikan keterangan Minggu 26 September 2021, Arman menuturkan berdasarkan penjelasan dokter ahli jiwa yang merawatnya, Kabba mengalami psikosis. Selain itu, menurut Arman, Kabba juga memiliki riwayat ketergantungan obat-obatan terlarang.

Meski demikian, Arman tidak mengetahui berapa lama Kabba dirawat di RSKD Dadi Makassar. Arman juga tidak mengetahui apakah nantinya Kabba akan kembali dirawat di RSKD Dadi Makassar. Pasalnya kasus pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar saat ini sudah ditangani polisi. Sehingga semua keputusan berada di tangan pihak kepolisian.

Arman menambahkan pihaknya berencana merilis keterangan tentang kondisi pelaku pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar itu esok hari.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar Kombes Witnu Urip Laksana menjelaskan, polisi telah menetapkan pelaku sebagai tersangka. Hal itu berdasarkan keterangan para saksi dan hasil rekaman kamera CCTV.

Witnu menambahkan dari hasil pemeriksaan, pelaku membakar mimbar Masjid Raya Makassar lantaran sakit hati dilarang tidur di masjid. Witnu menjelaskan Kabba memang kerap tidur di masjid namun  diusir oleh security Masjid Raya Makassar.

Witnu menuturkan, pelaku juga diduga menggunakan obat terlarang atau narkoba. Untuk itu petugas akan melakukan pendalaman, termasuk melakukan tes urine.  Polisi juga akan melakukan pengembangan soal apakah pelaku terkair dengan pengedar narkoba.

Saat memberikan keterangan pers di Mapolrestabes Makassar, Sabtu 25 September 2021, Witnu menerangkan atas perbuatannya tersangka Kabba terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Hal ini sesuai dengan Pasal Pasal 187 ayat 1 dan 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Jangan buru-buru katakan pelaku gila!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON

PILIHAN REDAKSI

2024: Orientasi Pergantian Semata, Celaka!

0 OPINI | 21 September 2021

Naik Turun Rezeki di Era Pandemi

0 OPINI | 16 September 2021

Majelis, Kembalikan Kedaulatan Rakyat!

0 OPINI | 14 September 2021

search
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia